Pelatihan Deteksi Dini Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) pada Guru KB-TK Labschool Unesa

Authors

  • Yohana Wuri Satwika Universitas Negeri Surabaya
  • Satiningsih Universitas Negeri Surabaya
  • Siti Ina Savira Universitas Negeri Surabaya
  • Miftakhul Jannah Universitas Negeri Surabaya
  • Ira Darmawanti Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.35134/jmi.v29i1.96

Keywords:

Pelatihan, Deteksi Dini, Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), Guru, Taman Kanak-kanak, Kelompok Bermain

Abstract

ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) is a medical disorder that can be recognized by specific behavioral characteristics, namely inattention to surroundings, easily distracted condition, and an attitude of following one's own will. Children diagnosed with ADHD require special treatment so that their specificity can be fulfilled. Teacher knowledge about ADHD is an important thing in order to detect and provide the right educational model for students. The implementation of this training in community service uses modules and early detection tools for ADHD children or students. The purpose of this activity is so that teachers can identify the condition of their students whether any of these students lead to the characteristics of ADHD. Based on the results of the post-test and case discussions, the teachers at the beginning of the activity stated that they were still confused about the condition of their students so that they understood the situation of their students more clearly. The teachers also stated that they more clearly see the condition of the students they work with in class, especially for students who have a tendency to ADHD.

 

ADHD (Atention Deficit Hiperactivity Disorder) adalah kelainan medis yang dapat dikenali dengan ciri-ciri perilaku khusus sikap kurang memperhatikan sekeliling, kondisi mudah terganggu, dan sikap mengikuti kemauannya sendiri. Anak yang terdeteksi  ADHD membutuhkan penanganan yang khusus agar kekhususannya dapat terpenuhi. Pengetahuan guru tentang ADHD menjadi sebuah hal yang penting dalam rangka mendeteksi dan memberikan model pendidikan yang tepat bagi siswa. Pelaksanaan pelatihan dalam pengabdian kepada masyarakat ini  ini menggunakan modul dan alat deteksi dini untuk anak/ siswa ADHD. Tujuan kegiatan ini  adalah agar para guru dapat mengenali kondisi siswa mereka apakah ada dari para siswa tersebut yang mengarah kepada ciri-ciri ADHD. Berdasarkan hasil pre test post test dan diskusi kasus, para guru yang diawal kegiatan menyatakan masih bingung mengenai kondisi siswa mereka menjadi lebih memahami keadaan siswa mereka secara lebih jelas. Para guru juga menyatakan mereka lebih jelas melihat kondisi siswa yang mereka tangani di kelas terutama untuk siswa yang memiliki kecenderungan ADHD. 

 

References

Andriani, T. (2012). Permainan tradisional dalam membentuk karakter anak usia dini. Sosial Budaya, 9(1), 121-136. http://dx.doi.org/10.24014/sb.v9i1.376

Hati, F. S., & Lestari, P. (2016). Pengaruh pemberian stimulasi pada perkembangan anak usia 12-36 bulan di Kecamatan Sedayu, Bantul. Jurnal Ners dan kebidanan indonesia, 4(1), 44-48. http://dx.doi.org/10.21927/jnki.2016.4(1).44-48

Rachmansyah, D. S., & Rahaju, T. (2020). Implementasi home program (HP) untuk anak berkebutuhan khusus (ABK) di poli tumbuh kembang anak dan remaja rumah sakit jiwa (RSJ) Menur Provinsi Jawa Timur. Publika, 8(1). https://doi.org/10.26740/publika.v8n1.p%25p

Satwika, Y. W., Khoirunnisa, R. N., Laksmiwati, H., & Jannah, M. (2019). EFEKTIVITAS PELATIHAN IDENTIFIKASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS PADA GURU SEKOLAH INKLUSI. PSIKOSAINS (Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi), 13(2), 109-121. http://dx.doi.org/10.30587/psikosains.v13i2.763

Darma, I. P., & Rusyidi, B. (2015). Pelaksanaan sekolah inklusi di Indonesia. Prosiding penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, 2(2). https://doi.org/10.24198/jppm.v2i2.13530

Santana, I. P., & Istiana, I. (2019). Hubungan antara Religiusitas dengan Hardiness pada Ibu yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus di SLB Negeri Binjai. Jurnal Diversita, 5(2), 142-148. https://doi.org/10.31289/diversita.v5i2.2839

Syahrul, S., & Nurhafizah, N. (2021). Analisis Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Perkembangan Sosial dan Emosional Anak Usia Dini Dimasa Pandemi Corona Virus 19. Jurnal Basicedu, 5(2), 683-696. https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i2.792

Shaifudin, A., & Naimah, K. (2021). RESILIENSI: UPAYA MEMBENTUK ANAK USIA DINI TANGGUH. EL WAHDAH, 2(1), 14-39. http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/elwahdah/article/view/4440

Wahidah, E. Y. (2018). Identifikasi dan Psikoterapi terhadap ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) Perspektif Psikologi Pendidikan Islam Kontemporer. Millah: Jurnal Studi Agama, 17(2), 297-318. https://doi.org/10.20885/millah.vol17.iss2.art6

Suryaningrum, C., Ingarianti, T. M., & Anwar, Z. A. (2016). Pengembangan model deteksi dini anak berkebutuhan khusus (ABK) pada tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) di kota Malang. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 4(1), 62-74. https://doi.org/10.22219/jipt.v4i1.2878

Polanczyk, G.V., Willcutt, E.G., Salum, G. A., Kieling C., & Rohde, L.A. (2014). ADHD prevalence estimates across three decades: an updated systematic review and meta-regression analysis. International Journal of Epidemiology, 43(2), 434–442. https://doi.org/10.1093/ije/dyt261

Hadiati, T. (2018). Hubungan antara pola menyusui ibu dengan gangguan ADHD pada anak. JNH(Journal of Nutrition and Health), 6(1), 17-20. https://doi.org/10.14710/jnh.6.1.2018.17-20

Winarti, A. (2020). Implementasi parenting pada pendidikan anak usia dini di masa pandemi covid-19. JP3M: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat, 2(2), 131-145. https://doi.org/10.37577/jp3m.v2i2.272

Mukti, P., Sujoko, Widyastuti, E.(2019) Asessmen dan treatment siswa hiperaktif KB-TK Al Barokah Mojosongo. Empowering: Jurnal Pengabdian Masyarakat Fakultas Psikologi UM Jember, 3, 79-87 https://doi.org/10.32528/emp.v3i0.2447

Abidin, R. F., Pitoewas, B., & Adha, M. M. (2015). Peran Guru Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Mengembangkan Kecerdasan Moral Siswa. Jurnal Kultur Demokrasi, 3(1). http://jurnal.fkip.unila.ac.id/index.php/JKD/article/view/7479

Lubis, H. (2018). Kompetensi Pedagogik Guru Profesional. Best Journal (Biology Education, Sains and Technology), 1(2), 16-19. https://doi.org/10.30743/best.v1i2.788

Holiah, I. (2022). Penguatan Kompetensi Guru melalui Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan. Eduvis: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 7(1), 84-96. http://journal.bungabangsacirebon.ac.id/index.php/eduvis/article/view/619

Ariyanti, T. (2016). Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini Bagi Tumbuh Kembang Anak The Importance Of Childhood Education For Child Development. Dinamika Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8(1). 10.30595/dinamika.v8i1.943

Astuti, E. Y., Sari, D. Y., & Saloko, A. (2019). Implementasi metode deteksi dini tumbuh kembang dalam identifikasi anak berkebutuhan khusus usia dini. INCLUSIVE: Journal of Special Education, 5(2). https://doi.org/10.30999/jse.v5i2.884

Downloads

Published

2022-04-20

How to Cite

Satwika, Y. W., Satiningsih, Siti Ina Savira, Jannah, M. ., & Ira Darmawanti. (2022). Pelatihan Deteksi Dini Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) pada Guru KB-TK Labschool Unesa. Majalah Ilmiah UPI YPTK, 29(1), 13–18. https://doi.org/10.35134/jmi.v29i1.96

Issue

Section

Articles